Perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa II
Perlawanan Kaptain Pattimura
Latar belakang perlawanan Pattimura,yaitu monopoli dagang rempah-rempah,pajak tanah yang tinggi,Belandaa memindahkan rakyat menjadi pekerja rodi,penyerahan wajib dendeng,ikan asin ,dan kopi. Pada tahun 1817 rakyat Sapura dipimpin Kapitan Pattimura melawan Belanda.
Serangan-serangan orang Maluku terhadap Belanda
👉 rakyat Maluku membakar perahu-perahu Belanda,di mulai pada tanggal 15 Mei 1817
👉 ketika rakyat Maluku berhasil merebut Benteng Duurstede,residen Van den Berg pun tewas
👉 saat Maluku berhasil merebut Benteng Duurstade,Belanda pun tidak tinggal diam,Belanda mengirim pasukan dari Ambon (dipimpim Mayot Beetjes)namun gagal dan Beetjes tewas
👉 kemudian pasukan Pattimura menyerang benteng Zeelandia di Haruku,namun gagal karena pertahanan Belanda yang kuat
👉 dan perlawanan berlanjut terus sampai bulan Agustus 1817,Belanja memblokade Sapura dan menembaki Benteng Duurstade dengam amriam pasukan Pattimura lagi
Pada bulan November tanggal 1817 Belanda menyerang dan kawan-kawan Pattimura tertangkap,antara lain Paulus Tiahahu,yang merupakan ayah dari Martha Christina Tiahahu.Pattimura tertangkap,lalu dihukum gantung di Ambon pada tanggal 16 Desember 1817 sebagai bentuk teror kepada masyarakat agar tidak melawan Belanda. Kawan seperjuangan Pattimura Martha Tiahahu wafat pada 1 Januari 1818,karena ditangkap dan wafat lalu dibuang di pulau Jawa.
Perang Padri
Latar belakang Perang Padri yaitu,konflik Kaum Adat dan Kaum Padri menegenai penerapan ajaran islam,kaum adat ini adalah kaum Minang Kabau yang masih menerapkan adat istiadat leluhur mereka yang belum menganut agama islam,dan Kamum Padri adalah kaum agamawan,yang ingin memurnikan ajaran islam sesuai Al-Qur`an dan hadist. Selanjutnya Belanda mencampuri konflik antara Kaum Adat dan Kamu Badri,karena belanda mempunyai ambisi untuk memperluas pengaruh di sumatera Barat.
Perang Diponegoro (perang Jawa)
Latar belakang Perang Diponegoro yaitu,rakyat menderita karena pajak dan eksploitasi Belanda. Belanda terlalu mencampuri internal keraton Yogyakarta. Yang menjadi sumber khusus memicu perang ini adalah Belanda melakukan pemasangan patok (anjir) di tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo,hingga akhirnya patok tanah tersebut dicabut dan diganti tombak sebagai bentuk perlawanan. Perang Diponegoro pun melancarkan perang terhadap Belanda pada 20 Juli 1825. Pendukung Pangeran Diponegoro ada Kyai Maja,Ali Basyah Sentot Prawirodirjo,dan Nyi Ageng Serang.
Perang Puputan Jagaraga
Latar belakang dari Perang Puputan Jagaraga yaitu,Desakan belanda pada kerajaan-kerajaan di bali untuk menghapus Hak Tawan Karang, mengakuo kekuasaan Belanda,dan memberi perlindungan untuk pedagang Belanda.
Perang Banjar
Latar belakang dari Perang Banjar yaitu rakyat menjadi sasaran eksploitasi dari Belanda dan Kesultanan Banjar,muncilnya konflik perebutan tahta Kesultanan Banjar akibat intervensi Belanda,sikap sewenang-wenang dari Tamjidillah yang ditunjuk Belanda sebagai Sultan Banjar.
Perang Aceh
Perang Aceh terjadi karena keinginan Belanda untuk menguasai Aceh, yang kedudukannya semakin penting baik dari segi strategi perang maupun jalur perdagangan sejak Terusan Suez dibuka pada 1869.Salah satu sebab terjadinya Perang Aceh yaitu adanya politik ekspansi Belanda karena Traktat Sumatera yang isinya menyebutkan bahwa Inggris memberikan izin kepada Belanda menguasai Sumatera.
Tokoh perang dari Aceh diantaranya yaitu Sultan Mahmud Syah, Sultan Muhammad Daud Syah, Panglima Polem,Teungku Cik di Tiro,Teuku Umar,Cut Nyak Dhien,dan Cut Meutia.
Perang Batak
Perang batak terjadi karena belanda ingin memperluas daerah kekuasaannya di Indonesia dalam rangka Pax Netherlandica. Pada abad ke-18, Belanda sudah menguasai hampir seluruh wilayah sumatra kecuali aceh dan tanah batak. Tanah batak yang dipimpin oleh raja Sisisngamangaraja XII hidu dalam kedamaian dan kemerdekaan.
Komentar
Posting Komentar